Showing posts with label Lagi Menye. Show all posts
Showing posts with label Lagi Menye. Show all posts

20171016

Officially Mrs. Priambada 💍

Pernah ngga sih lo, punya seseorang yang secara ngga sadar lo simpan di tempat tersendiri dalam hati lo di tengah-tengah lo bolak-balik jatuh cinta dan patah hati?

Tiba-tiba senyum pas lagi nangis sesegukan di pojokan kamar karna tau seseorang ini tiba-tiba aja cuma like foto lo, atau komen di salah satu postingan lo.

Atau sebenernya secara sadar lo mengharapkan dia maju selangkah aja supaya lo tau lo ngga ada di tempat masing-masing untuk waktu yang ngga tau mau sampai kapan.

Ini orangnya :)



Suatu hari gue ngeliat cowo di facebook. Dia adik dari salah satu dosen yang gue idolakan saat itu. Dari liat profilenya aja gue udah tau kalau cowo ini tipe gue banget. Pinter dan hangat. Saat itu seperti remaja pada umumnya gue mau tau dia lebih lanjut, maka gue sering bukain facebook dia dan menelaah dia dari segala postingan dan apa yang diposting orang tentang dia. Semua hal membuat gue jadi sadar kalo gue naksir orang di facebook, yang bahkan mungkin orang ini aja ngga tau gue. Tapi emang cowo pinter itu selalu memenangkan perhatian gue.

Bagus Dhamantra, yang secara ngga sadar gue simpan di salah satu sudut hati gue dan gue biarkan dia di sana, selama bertahun-tahun.

Di Tahun 2014 kita dipertemukan di salah satu acara dimana gue harus kerja untuk Bagus. Rasanya jangan ditanya, gue berdandan lebih cantik dari biasanya dan grogi lebih dari biasanya. Saat itu gue tau Bagus punya pacar dan yang ada dipikiran gue hanya, betapa beruntung pacarnya punya laki-laki yang ganteng, sopan, humoris dan pintar. Lalu kita pun berjalan masing-masing setelah itu dengan status stranger yang udah berubah jadi temen. Bagus orang yang punya mimpi. Gue sedikit banyak juga termotivasi karna gue adalah lingkungannya, gue mau bikin Bagus juga sedikit ngerasa bangga punya temen kaya gue seperti gue yang selalu bangga punya temen kaya dia.

Lalu suatu hari setelah 3 tahun berlalu sebagai teman yang sesekali coal-coel di sosial media, Bagus menghubungi gue dengan niat yang gue bilang agak lebih dari biasanya.. Karena kepintarannya, dia bisa nyambung sama gue, bahkan lebih punya banyak pengetahuan seputar bidang yang lagi gue tekunin saat itu. Dan suatu hari pula gue membawanya ke dalam mimpi, dan memanggil namanya lewat Line setelah bangun. Tanpa ada tujuan dan sebab juga. Hanya mau memastikan dia di sana. Dan dia ternyata masih di sana.

Hari berlalu, begitupun juga komunikasi kita. Setelah gue beberapa kali merasa gagal menjaga hubungan dan memastikan diri gue kalo gue akan baik-baik aja sendirian jalanin hidup ini, Bagus ada di situ nawarin hal lucu yang selama ini gue ignore. Pernikahan.

Yang sebenernya, secara konsep, pernikahan adalah sesuatu yang kami ngga pernah peduli, di sisi lain gue cuma ngerasa gue bisa jalanin seumur hidup gue sama dia karna dia selalu berusaha berjalan ke arah yang lebih ideal dengan isi kepalanya yang selalu bikin gue nga-nga terkagum-kagum. Belum ada seorang pun sampai ke tahap itu selama hidup gue.

Hal mengejutkan lainnya adalah... akhirnya gue menyerah dengan tembok-tembok konsep anti-pernikahan, yang sempat kami diskusikan panjang-panjang, bahwa tujuan dari pernikahan kami hanya untuk menyelamatkan status anak di kemudian hari.. Maka gue bersedia menikahinya, menikahi hidupnya dan isi kepalanya. Dengan anggapan pernikahan bukanlah hal yang cukup untuk menaungi perasaan dan pikiran kami.


Di sebuah Kantor Catatan Sipil (haha) di Kissimme, Florida, gue dan Bagus mencatatkan pernikahan kami disertai commitment ceremonial. Bahwa secara administrasi pernikahan kami legal dan dilindungi hukum.



Setelah pulang ke Michigan, Bagus bikinin gue dinner reception untuk keluarga dan kerabat terdekat, kami merayakan pencapaian komitmen kami untuk berumah tangga setelah ini. Untuk menjadi dua orang yang rela berbagi nasib dan kesunyian masing-masing.

Gue ngerasa gue lagi dipermainkan Tuhan banget, sering kali gue memincingkan mata ke langit berharap Tuhan lagi ngeliatin gue ketawa-ketawa dan gue akan bales Tuhan dengan senyum sampai nangis, Terima Kasih ya Allah.. Karena udah baik banget. Ngga ngerti lagi, kenapa selalu baik :")

Untuk seumur hidup gue, gue hanya menginginkan konsep pernikahan seperti ini, gue lakukan secara sadar, mengikat komitmen dengan orang yang akan nemenin dan gue temenin seumur hidup atas dasar cinta, dan kasih sayang. Beruntung juga kami ada di keluarga yang selalu mendukung setiap keputusan yang kami buat, yang juga ngga lupa untuk ngingetin setiap prosesi yang harus tetap dijalanin bulan Desember nanti karna banyak telinga yang harus dipuaskan dengan konsep dan perayaan Pernikahan yang berjalan sesuai norma-norma yang ada, di sini :D

Status panggilan dari Pacar jadi Istri bikin gue awal-awal suka ngakak sendiri, apaan sih gue masih mau main barbie, Bagus!!! Kamu, masak sendiri, makan sendiri, tidur sendiri, dan mandi sendiri ya.













26 September 2017

20160911

Syarat.

Dentuman kaki itu mendekat ketika saya sudah balik badan.
Nadanya menjadi merdu setelah kemarin berujung gemuruh.
Ada apa?

"Aku, tidak akan lagi memaksa kamu bangun tengah malam hanya untuk mencarikan mimpiku yang hilang.. Atau sarapan dengan menu merepotkan, atau keinginanku memiliki seluruh rambut dan kulit halus lenganmu.. Atau meminta kamu tinggal di sini, di tempat yang tidak kamu kenal ini."

Saya masih bisa mengedipkan kedua mata saya dengan ritme sederhana, tanpa terbelalak.
"Kalau begitu, jadilah Imam yang baik.. Untuk calon Istrimu, bukan saya."

Karena perasaan memiliki lelah yang berujung. Dan kamu adalah pembunuhnya.

20160410

Tulisan di Kepala #4

"Kamu.

Bahagiain orang yang ada di depan kamu aja ngga bisa, ini udah mau mikirin orang lain berjubel yang kamu ngga kenal.",

Sri dengan nada ketus sambil mematikan TV ruang tengah, melewati bang Teuku yang tengah berada di meja kerjanya untuk menuju kamar.

Setelah masuk kamar dan menutup pintu, Sri ambruk. Tenaganya hilang melalui ucapannya tadi. Ia mulai merasakan matanya panas dan rongga dadanya ngilu. Tak lama kemudian ia mendengar suara barang-barang dibanting dan pecahan kaca bertubi-tubi. Tangisnya pun pecah mendengar suara paling menakutkan di rumah itu.

Ia bersandar di tepi kasur, membiarkan pintu tidak terkunci karena ia tahu persis, suara itu tidak akan menyakitinya. Tapi entah kenapa itu menghancurkannya. Hatinya, harapannya, waktunya, ia merasa sudah sangat terlambat untuk menyesal. Sri menangis untuk puluhan malam yang sama.

Bang Teuku sudah berhenti mengamuk di luar kamar, terdengar suara TV kembali menyala. Beberapa menit kemudian bang Teuku seperti terkekeh oleh sesuatu yang ditontonnya, Sri tau sudah waktunya ia keluar kamar untuk membereskan apa yang dibanting dan dipecahkan bang Teuku tadi.

"Sayang, besok saya jadi ya blusukan ke desa yang ada di belakang perumahan mewah proyekan Walikota itu, sedih saya liatnya."

Sri membereskan satu persatu pecahan beling dan barang-barang yang berceceran di lantai. Tersenyum, seperti tidak ada yang terjadi. Meski matanya masih basah dan sembab.

"Iya, Bang."

20160403

Tulisan di Kepala #3

"Setelah dari RS saya mau ketemu temen-temen saya, kebetulan mereka lagi ada di Jakarta.", Bang Teuku mengabari dari sebrang.

"Oh, kalo gitu anniversary dinner kita digabung aja sama temen-temen kamu?", Sri benar-benar bermaksud bertanya tanpa ada merasa kesal, namun setelah bang Teuku diam dan tidak merespon, Sri tau bahwa ia berhak kesal. "Kamu lupa ini tanggal berapa, bulan berapa dan ada apa... ya?"

Bang Teuku tidak menjawab.

"Setelah ketemu temen-temen, saya kabarin kamu lagi ya."

".........."

"Halo."

"Kamu beneran lupa."
Dalam hati Sri berharap ini hanya skenario bang Teuku untuknya. Tapi harapan itu dengan cepat ia tepis mengingat calon suaminya itu bukan tipe laki-laki yang romantis.

"Saya pikir setelah tunangan kemarin, kita udah ngga akan rayain anniversary kaya gitu lagi, Mba.", kalimat bang Teuku yang begitu tepat sesuai tebakan membuat Sri terdiam. Tidak menanggapi.

"Kabari aku ya."

Mungkin memang harus menjalani seperti ini, banyak hal membuat Sri termenung menimbang posisinya di kepala bang Teuku. Semakin ia memikirkan, semakin ia merasa banyak hal yang salah dalam hubungan yang 6 bulan lagi akan diresmikan. Semakin ia menginginkan pernikahannya, semakin ia merasa harus banyak berkorban. Termasuk mengorbankan perasaannya. Meski ia tidak pernah merasa ini merupakan sebuah keterpaksaan.

Sri pernah berpikir di sebuah malam panjang, mempersiapkan dirinya bila suatu hari harus kehilangan bang Teuku. Setidaknya, Sri belajar banyak untuk hidupnya, cara pandangnya dan prinsipnya. Bang Teuku merupakan laki-laki pertama yang bisa membuatnya percaya bahwa ada sosok yang bisa ia jadikan panutan, setelah selama ini Sri menjalani hidupnya dengan superior dan independensi tinggi. Ia tidak pernah percaya konsep Imam. Baginya kesetaraan adalah tujuan dari semuanya.

Namun dalam masa mengenal dan menginvestigasi bang Teuku, buku-buku tentang Simone de Beauvoir dan Chantal Mouffe tiba-tiba bisa sedikit membaur dengan caranya membaca kesetiaan Siti Khadijah dan keikhlasan Aisyah. Bang Teuku menempatkan dahi Sri sejajar dengannya tanpa perlu ia menunduk atau meninggi, tanpa perlu ia mencari lagi alasan.......... dan kini ia harus merombak semua teori ganjil mengenai itu. Mengenai ketakutannya terbenam di dalam perasaan yang tidak sejajar.


20160331

Tulisan di Kepala #2

Sri dan pacarnya memasuki bulan ke 11. Belum juga kupu-kupu itu penuhi rongga perut yang terasa sudah banyak bunga. Tidak pernah ada perasaan menggelitik itu sampai ke puncak. Namun Sri masih menunggu, mau menunggu, masih mau menunggu.

"Ini cuma cara kita aja yang beda. Kamu begitu caranya cinta sama saya, saya begini caranya cinta sama kamu.", terang bang Teuku sambil menyetir mobil ke arah rumah Sri. Sri selalu lupa menanyakan lebih lanjut dari begitu dan begini versi pacarnya itu, karna sebenarnya hal itu yang Sri keluhkan setiap ia merasa mengalir di arus yang tidak ia inginkan.

"Aku udah ngejalanin sama banyak mantanku. Di bulan-bulan kaya kita sekarang, itu romansanya selalu indah, Bang. Dunia milik berdua, dibungkus wallpaper cinta. Kita, ngelewatin masa-masa kasmaran aja engga, dingin.", Sri bicara sambil memandangi bang Teuku seksama.

"Kamu yang terlalu banyak nonton drama..... Drama korea."

"Atau kamu yang ngga secinta itu?"

Bang Teuku melirik. Ia menarik tangan Sri pelan agar kepala Sri mendekat ke bahunya. Ia cium kening Sri hangat. "Maksudnya ngga pernah kasmaran tuh kaya gimana sih Mba? Kamu maunya kaya gini setiap hari?"

Sri mengangguk.

"Ya udah, saya usahain."

Sri lagi-lagi lupa, janji bang Teuku belum pernah ada yang sempat ia tepati. Terlebih untuk hubungan yang sedang mereka jalani.

Sri tidak pernah benar-benar merasa didatangi kupu-kupu di perutnya, entah mungkin mati atau enggan. Bunga-bunga di dalam perutnya pun ia tanami sendiri, ia siram sendiri. Kadang merasa butuh bantuan untuk mengundang kupu-kupu datang, tapi kepada siapa. Yang ia punya sekarang, seperti tidak mau tau kupu-kupu seperti apa ditunggu Sri.

Tulisan di Kepala #1

Sri menyenderkan kepalanya ke pagar rumah sambil memainkan ponselnya. 5 menit yang lalu, sang suami, bang Teuku menelpon minta disambut di depan pagar. Setelah berganti pakaian dari daster menjadi pakaian sabrina dengan bahu terbuka, ia berlari riang keluar rumah, mengintip dari balik pagar dan suasana subuh itu masih sepi, para tetangga belum ada yang memulai aktivitas rumahnya masing-masing.

Di jam ini, beberapa kali Sri ingat menyambut bang Teuku pulang dengan tampilan cantik rambut tergerai dan baju sedikit seksi mengingat suaminya mudah tergoda olehnya. Ia mengecek wajahnya yang baru bangun namun meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia sudah cukup cantik untuk keluar rumah.

Terdengar suara mesin mobil mendekat, belum sampai di depan rumah, Sri sudah membuka pagar mempersilahkan suaminya memarkirkan mobilnya ke dalam garasi. Terlihat samar-samar wajah bang Teuku sumringah dan seperti teriak-teriak riang di dalam mobil melihat istrinya, begitupun Sri melompat-lompat kecil tidak sabar menyuruh suaminya turun dari mobil. Sudah 5 hari tidak bertemu membuat mereka seperti dua anak kecil bertemu permen dan coklat kesukaannya.

"Assalamualaikum.."
Sri mencium tangan suaminya, dan suaminya mengecup keningnya.
"Walaikumsalam...."

Sri bangun dari mimpinya.

"Kita sudah pertimbangkan resikonya sejak awal, Bang. Sejak kamu bilang, kamu sudah memasuki usia menikah. Saat itu kita dalam keadaan sadar, benar-benar sadar. Profesi dan prioritas, kita mau bilang apa sekarang karna semua sudah pernah kita sepakati.", Sri mengambil nafas. "Kamu seperti cuma mau bilang, kalau kita salah jalan..."

"Saya... hanya tidak secinta itu."

Airmata yang ia tahan selama sekian tahun, akhirnya tumpah juga. Tanpa isakan, Sri hanya terlalu siap untuk menghadapi kata-kata itu. Ia pun menandatangani gugatan cerai suaminya.

20151227

My First Time Coffee

Kehilangan daya untuk menulis ternyata mengerikan,
Sama rasanya seperti terjebak di pasar malam dengan orang yang kurang mengerti cara bahagia.
Rasanya banyak alasan untuk sekedar buang muka kala toleransi nyaris putus dan ide untuk memulai tidak lagi ada.

Kehilangan cara untuk menjelaskan apa yang tidak ada di depan mata tetapi tersusun rapih di kepala.
Kehilangan murka,
Kehilangan kata.
Mengartikan rasa jatuh cinta yang tidak lagi bisa.

Yang ingin jemari ini tau,
Ada kafein yang berhasil menembus batas untuk selamat.
Untuk menghentikan degup jantung tak bertujuan.
Dan mengakhiri dialog minta tolong.

Pertama bertemu dengan orang yang sangat mengerti apa itu bahagia,
Dalam pengaruh kopi dan percakapan sederhana.


Mellisa, 28 Desember 2015

20131229

Teman Tapi Menyesal

Kegiatan menyetir kembali ke rumah selalu jadi yang favorit. Karna kepala gue bakalan penuh dengan kegiatan yang baru aja gue selesaikan atau sedang mengatur kegiatan selanjutnya buat hari besok. Pernah suatu hari gue berkhayal sambil nyetir pulang. Gue lagi ada di talkshow dan gue diajukan beberapa pertanyaan standar namun sentimental, seperti... Pengalaman buruk, hal yang paling gue sesali, jika terlahir kembali ingin jadi siapa atau ingin memperbaiki apa...

Semula gue pikir gue akan jadi orang yang paling cuek dengan jawab, "tidak ada gunanya menyesal, saya hanya ingin jadi diri saya sendiri dan tidak memperbaiki apa-apa, karena semua sudah terjadi..", tapi...... Kemudian jawaban itu langsung mengingatkan gue pada banyak hal yang seharusnya tidak gue lalui, atau bahkan, membuat gue seharusnya tidak begini. Seperti, kehilangan banyak sahabat di masa-masa gue masih sangat menyayangi mereka.

Gue pernah kuliah di Binus, hanya setahun, tapi ikatan emosional yang udah kebentuk kaya bertaun-taun. Gue ngaku gue alay banget waktu itu dan gue serta-merta menyalahkam sahabat-sahabat gue di sana, tapi pertemanan kami pertemanan terbaik di usia itu. Kami melewati hari-hari dengan sukacita bergembira, lari ke sana-kemari tanpa beban, bisa sangat mendengarkan dan jauh dari sirik-sirikan, bahkan bisa mengharamkan ghibah apabila terhadap orang yang menurut kami tidak pantas dizalimi. Pertemanan kami cukup etis dan romantis.

Tapi mungkin di sini, letak penyesalan gue yang paling dalam. Sering setelah itu gue memikirkan kenapa gue memutuskan untuk pindah, sementara gue menyayangi mereka tanpa tapi. Mereka blangsak, mereka pembuat onar, mereka liar, mereka klepto, mereka lesbi dan mereka sayang gue. Kata penyesalan selalu membawa gue ke sini, saat gue memilih untuk mempercayai seorang laki-laki dibanding temen-temen gue. Bukan salah siapa-siapa, semua salah gue. Gue terlalu egois, terlalu naif, temen gue jadi korban dan persahabatan itu ngga bisa difreeze.

Persahabatan itu berjalanan seiring dengan waktu dan melewati masa-masa senang-sulit bersama-sama. Saat gue pergi, keadaan sedang sulit, dan ngga ada yang bisa nyelametin selain kenangan semasa itu. Gue menciptakan kesalahan terbesar untuk sahabat terbaik gue semasa SMA dan tahun pertama di binus, saat itu gue egois dengan mengumpulkan kesalahannya juga. Kami bertengkar, saling mengumbar kesalahan, saling menjauhi dan mengakhiri. Gue ngga sadar, saat gue kehilangan dia, gue juga kehilangan sahabat-sahabat terbaik gue di binus.

Selama 4 tahun gue mencoba untuk melupakan semua yang membentuk gue di satu tahun terbaik dalam hidup. Mencoba melupakan apa yang menjadi kebiasaan, apa yang menarik kenangan untuk kembali, apa yang ada di hari-hari tapi tidak di hati. Gue kosong, seperti patah hati. Dan andai, ada pertanyaan apa yang terburuk dan disesali dalam hidup namun bisa membantu gue untuk memperbaiki, gue cuma mau bilang dan minta, antarkan gue ke 6 tahun yang lalu, dan gue akan mempersiapkan diri jadi sahabat terbaik untuk mereka.


Mellisa, 29 Desember 2013.

20120318

Hanya Aku Pinjam Sebentar

Kamu bukan satu-satunya peluh yang pernah ku seka.
Kamu bukan satu-satunya debu yang pernah menggelapkan mata.
Kamu bukan satu-satunya nyawa yang sekarang sudah mati.
Dan kamu bukan satu-satunya hati yang pernah ku pinjam namun tak ku kembalikan lagi.

Banyak raungan datang karna luka.
Airmata turun yang tidak butuh hujan.
Janji mengucap dengan ingkar tidak setuju.
Rasa itu, kamu bilang, perih belum terlukiskan.

Atau aku hanya manusia pendamba damai.
Sebagaimana aku sudah hidup penuh dengan duri.
Bila kamu bukan satu bulan yang kutunggu.
Maka hatimu hanya aku pinjam sebentar tuk temani, sepi dari mimpi.
Yang sering kunikmati.
Tanpa pernah ia kutemui.

20110609

padahal bosan

Ada apa dengan malam ini Sayang?
Nada sambung berputar, mentok, kembali ke tombol redial, dan aku hanya ingin memanggilmu lewat gelombang canggih ini.
Ada apa dengan ponselmu Sayang?
Rasa rindu meraja, wajahmu di kepala, tentang sedetik yang lalu bersama senyum ini.
Ada apa dengan hatimu Sayang?

Sesaat aku menyerah, mengirim pengertian untuk bayang di bawah tangan.
Mungkin sudah tidur, atau sedang dengan tugas-tugasmu.
Sesaat aku tetap ingin mendengar suaramu, paling tidak berkata 'hallo aku sibuk.' Aku rela kembali mendengar nada putus-putus di telinga setelah itu.
Aku tidak bohong. Aku tidak sedang menghibur diri. Aku bersemangat untuk kembali menghubungimu.
Aku tau kamu tidak akan tega membiarkan malam ini dikhianati waktu perpisahan.

Kamu yang terbaik Sayang. Kamu tidak bisa meninggalkanku dengan dalih aku pantas dapatkan yang lebih baik.
Kamu tidak pernah menyakitiku Sayang. Jangan pernah kamu ucapkan maaf.
Kamu adalah satu-satunya yang ingin hatiku peluk Sayang, maka jangan pergi dariku.

20110519

ada apa Juliet?

Mengadulah pada botol racun yang kamu minum,
Juliet.
Yang mencumbu nafas terakhirmu dengan pasti-pasti ragu.
Dengan cinta tanpa emas mengikat.
Dengan cantiknya airmata kehilangan.

Tatap selamat tinggal pada darah yang tercipta, Juliet.
Pada titisan malaikat yang gemas menunggu penyerahan.
Yang mengantarkan janji bertemu di alam lain.
Yang tidak peduli harus kemana dulu.

Juliet,
Kamu bukan hanya buta, kamu juga bodoh.
Ada apa Juliet?

20110118

Hi, Januarain?

Akhir-akhir ini, gue ngerasa makin aneh. Makin ngga Imel. (meski bikin bergidik, tapi ini serius)

Mungkin karna umur 20 ini bener-bener ngebebanin gue. Di rumah, dikit-dikit 20. Di kampus, dituding tua dengan 20 ini. Di jalanan sepi, tiba-tiba 20 (yang ini jangan digubris).

Misalnya aja, gue yang biasanya bersemangat sama perayaan ini itu tiba-tiba mengalami pemadaman, kaya ulang tahun temen atau bahkan ulang tahun gue sendiri yang lewat gitu aja kaya kentut, Natal yang udah ngga mimpiin main salju lagi, Tahun Baru yang boro-boro main keluar, geser gorden buat ngeliat kembang api aja malesnya sekerbau-kerbau.

Dibuktikan dalam perayaan selanjutnya, yang ada di bulan januari ini adalah, genapnya masa jomblo seorang mantan. Satu tahun yang lalu, di atas asap dupa, gue berjanji, kalo tahun depan ketemu tanggal ini dan dia masih single, gue naik level jadi bakar aromatheraphy. Tapi ngga terlaksana, ya itu mungkin, karna gue kehilangan keImelan gue.

Sekarang gue jadi sering ngomong, 'Ya udahlah ya..' Kalimat yang kelas-jelas paling gue sebel sepanjang masa sebelum umur gue 20 tahun.

Gue jadi tambah sensitif tapi ora urus, kaya kalo abis baca timeline di twitter terus kesinggung tapi abis itu selaw. Terus, sekarang gue juga jadi ratu gombal, semua gue senyumin, semua gue manis-manisin. Gue jadi ngerasa ngga ada adrenalin, gue rindu masa-masa labil nan galau.

Gue jadi ngerasa tenang, semua gue tontonin ngalir gitu aja, padahal gue butuh konflik.

Kadang gue suka mancing sama orang yang suka bikin gue emosi, kaya misalnya mantan yang kerjaannya marah-marah kalo lagi nyetir, biasanya gue udah teriak-teriak uwo uwo minta dia berenti ngomel, dan biasanya dia akan melalukan sesuatu yang lebih ngeselin, nah kemaren gue cuma diem sepanjang jalan, ngebiarin dia ngata-ngatain semua orang yang dia liat.

Siapa yang kenal dengan sosok ini?

20101112

saat cinta (terlanjur) mati

aku menulis ini ditemani berisiknya hujan, tengah malam, dengan mata setengah protes namun mengalah demi lengkingan spasi yang sudah terlalu lama ditekan.

berjarak.

siapa saja bahkan sudah tahu apa yang disampaikan kedua penglihatan ini.

yang dulu berbinar terang, meski tidak berpupil biru.

yang menggambarkan, betapa bahagia peta hidup yang dilemparkan Tuhan, untukku, untuknya. tanpa perlu cerita tanpa perlu mencatat.

yang sekarang justru lebih memilih menunduk, memejam, tidak ingin melihat dengan jelas bagaimana akhirnya dari apa yang harus berakhir, dengan dingin, tidak butuh alasan kenapa, muak karena siapa dan perpisahan apa?

statis, sudah mati, mengering, tidak lagi deras, tidak lagi memiliki tekanan untuk merasa senang.

aku yang kemarin, mungkin lebih mengetahui, tapi, aku yang sekarang, hanya terlanjur membenci hujan yang turun malam ini.

menangis tanpa alasan dan ingatan.

20100621

:foollove:

Kamu hanya ingin tahu kabarnya bahwa ia baik-baik saja. Tidak peduli dia kenapa dan menurutmu semua akan baik-baik saja.

Kamu mengetahui dia akan kembali biasa setelah menangis panjang di telpon genggammu.
Kamu menyadari bahwa kamu adalah obat termujarab sepanjang masa untuknya.
Untuk hatinya yang kemudian mudah sekali lelah.

Kamu sebenarnya tidak mengerti, bahwa dirinya sangat mengharapkanmu.
Kamu selalu lupa berkaca dan menemukan letak salahmu.
Membuatnya bosan mengangguk pasrah.

Kamu menuntutnya untuk selalu mengerti dan perjanjian itu berjalan satu arah.
Kamu terbiasa menganggapnya robot. Tidak punya rasa sedih, kecewa dan marah.
Kamu selalu berpikir seakan dia tidak butuh apa-apa lagi selain cintamu.
Kamu tidak pertahankan dirinya sebagaimana kamu tahu kalau dialah perempuan yang sudah jatuh padamu.



20100602

Fee Love Sophia ♥

Tanggal, 31 Mei kemaren, angkatan gue kembali berangkat ke Bogor untuk menyelesaikan misi yang sempet ketunda 2 hari dari hari seharusnya..

Untuk sekedar penambahan informasi, gue kuliah di Jurusan Filsafat, di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, dan sepanjang bulan Mei kemaren, tiap weekend, angkatan gue di Filsafat ngadain Bakti Sosial ke Sekolah Luar Biasa di Bogor.

Dan tanggal 31 Mei kemaren adalah penutupan kita buat ngadain Baksos itu kesana.

Berangkat pagi-pagi jam 7 ngumpul di Stasiun UI jelas hanya wacana. Hahaha.. Percaya ngga percaya kita baru menginjakan kaki di Kereta Ekonomi tujuan Bogor sekitar jam 9 kurang, sampai Bogor sekitar jam stgh 10 dan sampai di Sekolah Luar Biasa tertuju udah jam 11. What the ngaret.



Ternyata kedatangan kita benar-benar disambut sama mereka, anak-anak Luar Biasa. Pas ngelewatin gerbang masuk, tiba-tiba Tennie, sang ketua Baksos langsung dipanggil-panggil dan tangannya digandeng-gandeng buat masuk. Ternyata lagi ada acara nari-nari gitu di dalem. Pas masuk sih gue planga-plongo aja nontonin bocah-bocah lincah itu menari-nari Cinta Laura yang lebih mirip tarian persembahan buat pembakaran mayat, ehehe.. tapi beneran loh, bukannya mau ngeledek ya, ini serius, gue ketawa disana karena ya emang kocak. Gue nganggep mereka emang beneran lagi ngelucu makanya wajar-wajar aja kalo gue ketawain. Lagian temen-temen gue semuanya juga ketawa kok, dan ngga ada yang gue pikir ngeluarin ketawa ngeledek.


Selesai mereka menari-nari, tanpa diminta mereka langsung menghampiri kita. Langsung gandengan, langsung rangkul-rangkulan. Gue juga agak bingung sebenernya apa tujuan kita hari itu, sampai Lulu, salah satu temen gue yang tercamen, yang bakalan bikin lo milih lebih baik ninggalin dia daripada temenan sama dia (ahahaha engga Lu, becanda Imeeel!) menjelaskan kalo kita di sini sampe ajal menjemput. Oh iya iya, untung gue tau dia camen jadi gue tanya yang lebih waras dikit, dan ternyata kita stay disini nungguin rombongan yang bawa peralatan Musik untuk disumbangin buat sekolah ini.


Jadilah sepanjang menunggu itu, kita semua melakukan hal-hal absurd.

Masing-masing dengan dunia masing-masing.

Seperti ketika kita lagi mau foto-foto, tiba-tiba ada satu anak yang nangis karna tempat bekelnya ilang. Kasian banget deh, sampe akhirnya kita bantuin cariin ke kelasnya dan ketemu gurunya di kelas itu. Gurunya malah marahin si anak yang lagi terfokus dengan satu hal, menemukan tempat bekelnya.

Guru : ih kamu mah ngerepotin kakak-kakaknya. iya nanti dicariin, kamu lagian naro dimana sih. ih.
Respon guru itu bikin gue mikir, apa menjadi Guru anak-anak Luar Biasa ini butuh kesabaran yang Luar Biasa? Apa ini yang selalu terjadi setiap hari, menghadapi anak-anak dengan kemauan besar yang kadang bikin keteteran?


Ada lagi cerita tentang murid bernama Denis.
Menurut guru-guru yang biasa menangani dia, Denis ini termasuk anak yang membahayakan. Karna beberapa kali dia tidak segan-segan menyerang teman-temannya, sampai teman-temannya luka-luka.

Waktu gue dateng kesana untuk pertama kalinya, Denis memang terlihat sedang diawasi oleh satu guru muda yang sedang magang di sana. Denis dengan asiknya menendang-nendang bola, terlihat sama dengan anak lainnya.

Minggu selanjutnya, kebetulan gue ngga ikut, gue denger cerita kalo Denis sempet ngamuk dan kaki temen gue, si Rahmen, dipeluk sama dia sambil teriak-teriak.

Kemaren untungnya dia cuma sekedar stress karna banyak orang, belum sempet ngamuk, karna keburu dijemput, padahal banyak cewe-cewe yang udah ngumpet2 takut diserang Denis lagi.





Sebagai anak yang (alhamdulillah) terlahir normal, ngerasa miris banget ngeliat hal-hal yang kaya gitu, apalagi gue baru kali itu masuk ke dunia yang Luar Biasa. Tapi untung gue tipe orang Sanguin yang ngga langsung nangis kejer, ngga kaya Lulu, dia mah apa juga nangis.. (ahahaha becanda Lu, Imel becanda!)






Di sebelah ini foto Nunu lagi nyium kakak Adul, lucu banget ya? Kocak banget sebenernya kejadian sebelum ini, jadi anak-anak Luar Biasa di sana, hasrat biologisnya tetep normal. Jadi mungkin si Nunu ini lagi puber-pubernya dan kebetulan lagi naksir sama kakak Adul, hehehe..

Nunu tiba-tiba nyamperin Adul, trus nunjuk-nunjuk belakang Adul kaya ngeliat sesuatu. Pas Adul nengok, eits! Kena deh tuh pipinya sama Nunu. Adegan kiss begini sempet diminta temen-temen gue yang iseng buat diulang. Dan jepret! Asyiiik!



Di sebelah gue ini namanya Siska, dia anak yang paling komunikatif dalam menyampaikan rasa sayangnya buat orang di sekitar dia. Dia sering banget bilang sama gue, sama Tennie dan beberapa kakak-kakak lainnya,

Siska sayang banget sama kakak.. sama temen-temen semuanya



dan mau ngga mau kita terharu sama ucapan-ucapan dia yang begitu polos.


Sepintas beberapa anak di sini terlihat seperti anak-anak normal lainnya. Hanya saja jika kita lebih mendekati mereka, barulah terlihat, anak-anak ini berbeda, anak-anak Luar Biasa.. (T_T)



Bener-bener ngga berasa kalo acara Baksos Filsafat kita udah selesai. Perasaan baru kemaren datengin Ruang Kepseknya buat ijin liat-liat, keliling-keliling, ketemu sama anak-anak lucu yang beda-beda karakter. Sekarang udah harus balik dan tiap weekend ngerem di urusan masing-masing. Tapi, seneng ngga seneng, gue harus jujur kalo gue sebenernya lebih bangga ngeliat temen-temen gue, yang ternyata begitu peduli sama anak-anak Ajaib pemberian Tuhan yang ada di sana, biarpun kelakuan temen-temen gue kadang-kadang diluar nalar dan barbar kaya binatang. Ternyata mereka masih punya kepedulian tingkat tinggi. Bisa mengontrol kapan ngehedon, kapan ngehiden. (lah apa sih?)

Yah, udah weekend ngga ke Bogor lagi, tiap hari juga ngga sama mereka lagi :(

Udah liburan panjang sampe bego nih kampus gueee!

Ooooh, i'll miss you all very fuckin much!




ps. philosophia - feelovesophia.




















20091110

Draft.

bagaimana ini bisa di bilang penting, kalau aku saja tidak sering memikirkannya?
tapi bagaimana kalau ini ternyata penting, hanya masalah aku saja yang tidak ingin terlalu sering memikirkannya?

kamu tahu kenapa?

karna ini bagian yang terlalu ingin aku buang.
kemelut pikiran. keegoisan jawaban. sampai keabsolutan hati nurani.

kamu tidak akan meremehkan ini kalau tahu bagaimana rasanya. memikirkan hal yang seharusnya sudah tidak perlu lagi kamu ingat. dan setiap melakukan kebodohan itu kamu seperti gagal bernafas normal, kemudian kamu nekat melubangi paru-parumu sendiri, lalu bisa bernafas tapi kau dalam penderitaan sakit yang luar biasa.

kamu juga tidak akan membayangkan bagaimana bisa orang-orang tersayang satu persatu kamu benci, kamu jauhi, kamu khianati demi tamparan sebuah pertanyaan, benarkah kamu hanya pura-pura baik terhadap mereka, sementara apa yang mereka maksud selalu bertentangan dengan apa yang kamu sampaikan?

dan kamu juga tidak mengalihkan perhatian untuk hal ini. dimana kamu bisa menganggap perasaan orang adalah batu. terinjak akan tetap diam. terbuang akan tetap diam. terbelahpun akan tetap diam. mereka tidak merespon karna mereka sudah percaya kamu tidak punya nurani. mereka bukan tidak sakit, mereka justru memaklumi kamu sebagai orang yang sakit.

kalau aku telur, aku tidak ingin menetas. aku ingin tetap berlindung dengan cangkangku. tidak berinteraksi sama sekali. tidak tahu apa-apa. tidak mengenal siapa-siapa. dengan demikian aku tidak perlu susah-susah menghilangkan semua memori itu.

20090919

kehilangan






Mengunjungi tempat peristirahatan terakhirmu adalah sebuah rutinitas paling memilukan.

Saat membelokan stir mobil ini ke jalan yang tidak pernah ku harapkan, helaan nafasku akan terasa berat kemudian mata ini tiba-tiba ikut mendung. Semendung cuaca di penglihatanku, walau mereka bilang alam sedang cerah-cerahnya.

Meski subur, hijau, rindang dan indah.
Tapi aku tidak suka kau berada di tempat sejauh ini.
Sendiri, tidak bisa sering-sering orang menemani.

Aku turun mobil hanya dengan segenggam kekuatan yang bisa menopangku berjalan. Masih sama, aku tidak dengan senyum melihat suasana yang mungkin sudah terbiasa mengelilingimu. Tidak untukku, aku belum tahu kapan aku akan terbiasa dengan ini semua. Semua yang dulu pernah ada namun sekarang sudah tiada.

Meski ku tahu ini takdir, yang selamanya akan ku jalani sesuai suratan.
Tapi apa tidak bisa di undur sehari saja untuk ku temukan hari itu.
Hari dimana kau pergi tanpa bisa ku lihat lagi, bahkan wajahmu saja aku masih bisa lupa, kabur dan pergi kemudian aku akan menangis kencang, meraung minta kau kembali!!
Itu karna aku tidak bisa ada di sampingmu selagi kau memanggilku!

Aku berjalan pelan di atas hamparan daun bambu gugur, seperti karpet yang mengantarku ke tempatmu dan itu tidak pernah membantu.
Kemudian tempatmu akan terasa jauh karena aku akan selalu melemah di tengah jalan, itu kenapa aku butuh istirahat dengan duduk di depan penjual bunga, membeli beberapa keranjang dan air mawar. Tidak berguna, itu hanya akan menjadi sampah untuk tempatmu.

Sesampainya di tempatmu, aku akan semakin lemah.
Kau masih tetap tidak bisa ku lihat, ku tangkap dan ku peluk. Hanya namamu yang membuatmu berbeda dari semua onggokan tanah di sekelilingimu.
Yang bukan menemanimu tapi menjadi salah satu dari kamu. Tidak bisa ikut mendecak bangga dengan hidupmu. Tidak bisa mengobatimu, tidak bisa mencintaimu.
Dan kamu juga begitu, kamu tidak bisa mengenal mereka, bagaimana hidup mereka dan kamu tidak bisa mencintai mereka, sebab aku akan cemburu kalau itu terjadi.

Kemudian aku akan duduk di tepi pusaranmu. Memandangimu dari dunia yang berbeda.
Meski aku tidak pernah tahu apa kau juga memandangiku, mengusap kepalaku ketika aku menangis atau hanya angin saja yang membuatku merasakan kehadiranmu.
Dan airmata ini pun akan tetap mengalir seperti biasanya.
Mengusap nisanmu dengan sesegukan, bersembunyi di balik telapak tangan sampai selesai.

"Tuhan, apa dia turun untuk menemuiku hari ini? Apa dia sudah menyentuhku saat ini? Atau dia tetap di sana, di tempatMu dengan pandangannya yang selalu sendu? Tidak berminat menemuiku yang sudah berhasil mengecewakannya? Aku bertanya, Tuhan, tolong jawab dan buktikan..

Tuhan, apa kau menjaganya dengan baik? Apa di sana dia sudah bahagia? Apa kau perlakukan dirinya sebaik dia memperlakukanku? Itu terlalu baik, Tuhan dan aku akan menjadi satu-satunya yang keberatan bila kau tetap melukainya. Karena ia sudah sering terluka di sini, ketika ia masih bisa ku pandang, ku peluk dan ku cium. Tolong jaga dirinya, Tuhan. Hanya denganMu aku bisa menitipkan.

Dan apa jadinya diriku di sini tanpa dirinya, Tuhan? Apa ia tidak meminta teman untuk menemaninya di sana? Aku tidak akan mengajukan tapi aku selalu bersedia bila dia memilihku, Tuhan.

Karena di sini setiap harinya aku akan tetap merindukan.."


Kemudian aku mengusap semua airmataku, dengan cepat ku ambil keranjang bunga dan botol air mawar, ku tumpahkan semua dengan tangisanku di atasnya.. Berharap ia merasakan, setidaknya kini giliranku yang akan terus memanggilnya.

20090717

anggap aku anak kecil ketika sedang membenciku.


Mama nangis di depan TV pagi ini.
katanya ada musibah buat indonesia lagi.
untuk sekian kalinya dengan kesengajaan. dan sekian kalinya menghancurkan nama harum indonesia.

Yang berkoar, katanya cinta damai.
yang berkoar, katanya kaya harta budaya dan beragama.
yang marah kalau lagunya, alat musiknya, simbol kebudayaannya di akui bangsa lain sebagai miliknya.

aku belum mau lihat apa beritanya.
tapi aku sudah terlanjur dengar. ini sebuah pengeboman.
lagi.
ini bukan lagi.
terlalu sakit untuk mengatakan ini terjadi lagi.

indonesiaku menangis. makanya mama menangis.
aku juga ingin menangis melihat begitu tragis hari ini di buka dengan tindakan iblis.

kenapa kau lakukan ini pada indonesiaku?
tidak ada lagi hal yang bisa kau lakukan untuk menambah-nambah aib bangsa ini?
sampai kau masih bisa mengorbankan saudaramu sendiri?
sungguh sampah macam apa dan darimana kamu beraninya mengacaukan ketenangan ini?

lihatlah mereka yang kau benci seperti anak kecil yang tetap butuh hak asasi.
bayangkan mereka tetap butuh hidup.
tetap butuh nafas tetap butuh melihat dan tetap butuh jalan dengan badan utuh.
jangan lihat bagaimana mereka ketika menyakitimu, ketika mengkhianatimu atau ketika mengalahkanmu.
jika kau begitu, kau membalikan posisi menjadi orang yang pantas di benci. di bunuh semua orang, kau mau?

baru saja indonesiaku gembira dengan pengakuan dunia.
apa kau tidak senang melihatnya?
kau hentikan. kau bangga jadi biang!



lihat di atas. aku tidak menulis indonesiaku dengan kapital Indonesia.
cukup begitu, aku sebenarnya sudah menghina habis-habisan negaraku sendiri.
kalau kau mau, kau ikuti caraku.
cara kekanak-kanakanku ketika ingin menghina.

bukan menghina dengan mengorbankan semua yang ada. semua yang Indonesiaku perjuangkan.
kembali ke nerakamu, TERORIS.

20090705

well. at first I see you cry.. yeah it makes me smile.


kematian jacko bener2 memukul gw. ngga tau kenapa ya. gw ngerasa ganjil.
malem sebelum dia pergi, gw ga bisa tidur. (hahaha bukan ga bisa, emang mau begadang)
tau2 tangan gw ngetik nama dia di 4shared. nyariin lagu dia yg judulnya BEN. gw suka banget. setelah gw download langsung gw puter sampe pagi (dan nyaris bikin laptop gw berasep) ga berenti2.
tau2..
paginya, gw liat di sebuah status dokter. jacko meninggal.
hahahahahaha..
gw sempet ketawa garing. gila. shock. diem dulu gw sebentar. langsung buka okezone.
bener. jacko udah ngga ada.
hiks..
jacko. yg dari kecil gw sebut MIKE.. the king of pop in the world. mungkin bukan cuma gw aja yang shock. seluruh dunia. kecuali mereka yang cuma bisa ngejar gosip ttg aib.
sedih bukan main.
dari kecil hobby gw adalah setel semua laser disc konser Mike punya nyokap.
nyanyi2 di depan tivi. beberapa kali nekat ngikutin gerakan joget dia yang asik berat. lagu-lagu yang paling berbakat gw hancurkan saat itu adalah LIBERIAN GIRL, BLACK OR WHITE, EARTH SONG, BAD, THRILLER (walaupun tiap nyanyi itu, tivi gw matiin karna ga berani liat video clipnya). many more.
banyak banget. gw sampe latihan cenggukan biar mirip improve dia. hahahahaha
oh mike. mike mike mike!
yang paling bisa gw nyanyiin, cuma lagu BEN. dan itu ternyata buat tikus dia.
YA ALLAH mike. tikus aja lo bikinin lagu.
gimana ngga bikin gw terkagum2. haaaaah trio kwek2 sejenisnya dulu lewat buat gw.
gw lbh suka dendangin lagu-lagu mike di kelas, membuat teman2 gw bertanya2. 'lagu planet mana yg dia nyanyiin?' karna aksen gw yg datar.
hahahahaha..
alhamdulillah mike masuk islam. gw seneng bangeeeet.
dan ga lama setelah itu. dia menghebuskan nafasnya yg terakhir. belum sampai satu tahun dia memeluk agama kebenaran. dia sudah di ambil. misteri. mendadak.
semoga dia kembali fitrah. lupakan semua keburukannya. dia sudah mengubah dunia musik. bersedihlah.. untuk kehilangan satu raja terbaik.