20090717

anggap aku anak kecil ketika sedang membenciku.


Mama nangis di depan TV pagi ini.
katanya ada musibah buat indonesia lagi.
untuk sekian kalinya dengan kesengajaan. dan sekian kalinya menghancurkan nama harum indonesia.

Yang berkoar, katanya cinta damai.
yang berkoar, katanya kaya harta budaya dan beragama.
yang marah kalau lagunya, alat musiknya, simbol kebudayaannya di akui bangsa lain sebagai miliknya.

aku belum mau lihat apa beritanya.
tapi aku sudah terlanjur dengar. ini sebuah pengeboman.
lagi.
ini bukan lagi.
terlalu sakit untuk mengatakan ini terjadi lagi.

indonesiaku menangis. makanya mama menangis.
aku juga ingin menangis melihat begitu tragis hari ini di buka dengan tindakan iblis.

kenapa kau lakukan ini pada indonesiaku?
tidak ada lagi hal yang bisa kau lakukan untuk menambah-nambah aib bangsa ini?
sampai kau masih bisa mengorbankan saudaramu sendiri?
sungguh sampah macam apa dan darimana kamu beraninya mengacaukan ketenangan ini?

lihatlah mereka yang kau benci seperti anak kecil yang tetap butuh hak asasi.
bayangkan mereka tetap butuh hidup.
tetap butuh nafas tetap butuh melihat dan tetap butuh jalan dengan badan utuh.
jangan lihat bagaimana mereka ketika menyakitimu, ketika mengkhianatimu atau ketika mengalahkanmu.
jika kau begitu, kau membalikan posisi menjadi orang yang pantas di benci. di bunuh semua orang, kau mau?

baru saja indonesiaku gembira dengan pengakuan dunia.
apa kau tidak senang melihatnya?
kau hentikan. kau bangga jadi biang!



lihat di atas. aku tidak menulis indonesiaku dengan kapital Indonesia.
cukup begitu, aku sebenarnya sudah menghina habis-habisan negaraku sendiri.
kalau kau mau, kau ikuti caraku.
cara kekanak-kanakanku ketika ingin menghina.

bukan menghina dengan mengorbankan semua yang ada. semua yang Indonesiaku perjuangkan.
kembali ke nerakamu, TERORIS.

No comments: