Showing posts with label The Other Person. Show all posts
Showing posts with label The Other Person. Show all posts

20171016

Officially Mrs. Priambada 💍

Pernah ngga sih lo, punya seseorang yang secara ngga sadar lo simpan di tempat tersendiri dalam hati lo di tengah-tengah lo bolak-balik jatuh cinta dan patah hati?

Tiba-tiba senyum pas lagi nangis sesegukan di pojokan kamar karna tau seseorang ini tiba-tiba aja cuma like foto lo, atau komen di salah satu postingan lo.

Atau sebenernya secara sadar lo mengharapkan dia maju selangkah aja supaya lo tau lo ngga ada di tempat masing-masing untuk waktu yang ngga tau mau sampai kapan.

Ini orangnya :)



Suatu hari gue ngeliat cowo di facebook. Dia adik dari salah satu dosen yang gue idolakan saat itu. Dari liat profilenya aja gue udah tau kalau cowo ini tipe gue banget. Pinter dan hangat. Saat itu seperti remaja pada umumnya gue mau tau dia lebih lanjut, maka gue sering bukain facebook dia dan menelaah dia dari segala postingan dan apa yang diposting orang tentang dia. Semua hal membuat gue jadi sadar kalo gue naksir orang di facebook, yang bahkan mungkin orang ini aja ngga tau gue. Tapi emang cowo pinter itu selalu memenangkan perhatian gue.

Bagus Dhamantra, yang secara ngga sadar gue simpan di salah satu sudut hati gue dan gue biarkan dia di sana, selama bertahun-tahun.

Di Tahun 2014 kita dipertemukan di salah satu acara dimana gue harus kerja untuk Bagus. Rasanya jangan ditanya, gue berdandan lebih cantik dari biasanya dan grogi lebih dari biasanya. Saat itu gue tau Bagus punya pacar dan yang ada dipikiran gue hanya, betapa beruntung pacarnya punya laki-laki yang ganteng, sopan, humoris dan pintar. Lalu kita pun berjalan masing-masing setelah itu dengan status stranger yang udah berubah jadi temen. Bagus orang yang punya mimpi. Gue sedikit banyak juga termotivasi karna gue adalah lingkungannya, gue mau bikin Bagus juga sedikit ngerasa bangga punya temen kaya gue seperti gue yang selalu bangga punya temen kaya dia.

Lalu suatu hari setelah 3 tahun berlalu sebagai teman yang sesekali coal-coel di sosial media, Bagus menghubungi gue dengan niat yang gue bilang agak lebih dari biasanya.. Karena kepintarannya, dia bisa nyambung sama gue, bahkan lebih punya banyak pengetahuan seputar bidang yang lagi gue tekunin saat itu. Dan suatu hari pula gue membawanya ke dalam mimpi, dan memanggil namanya lewat Line setelah bangun. Tanpa ada tujuan dan sebab juga. Hanya mau memastikan dia di sana. Dan dia ternyata masih di sana.

Hari berlalu, begitupun juga komunikasi kita. Setelah gue beberapa kali merasa gagal menjaga hubungan dan memastikan diri gue kalo gue akan baik-baik aja sendirian jalanin hidup ini, Bagus ada di situ nawarin hal lucu yang selama ini gue ignore. Pernikahan.

Yang sebenernya, secara konsep, pernikahan adalah sesuatu yang kami ngga pernah peduli, di sisi lain gue cuma ngerasa gue bisa jalanin seumur hidup gue sama dia karna dia selalu berusaha berjalan ke arah yang lebih ideal dengan isi kepalanya yang selalu bikin gue nga-nga terkagum-kagum. Belum ada seorang pun sampai ke tahap itu selama hidup gue.

Hal mengejutkan lainnya adalah... akhirnya gue menyerah dengan tembok-tembok konsep anti-pernikahan, yang sempat kami diskusikan panjang-panjang, bahwa tujuan dari pernikahan kami hanya untuk menyelamatkan status anak di kemudian hari.. Maka gue bersedia menikahinya, menikahi hidupnya dan isi kepalanya. Dengan anggapan pernikahan bukanlah hal yang cukup untuk menaungi perasaan dan pikiran kami.


Di sebuah Kantor Catatan Sipil (haha) di Kissimme, Florida, gue dan Bagus mencatatkan pernikahan kami disertai commitment ceremonial. Bahwa secara administrasi pernikahan kami legal dan dilindungi hukum.



Setelah pulang ke Michigan, Bagus bikinin gue dinner reception untuk keluarga dan kerabat terdekat, kami merayakan pencapaian komitmen kami untuk berumah tangga setelah ini. Untuk menjadi dua orang yang rela berbagi nasib dan kesunyian masing-masing.

Gue ngerasa gue lagi dipermainkan Tuhan banget, sering kali gue memincingkan mata ke langit berharap Tuhan lagi ngeliatin gue ketawa-ketawa dan gue akan bales Tuhan dengan senyum sampai nangis, Terima Kasih ya Allah.. Karena udah baik banget. Ngga ngerti lagi, kenapa selalu baik :")

Untuk seumur hidup gue, gue hanya menginginkan konsep pernikahan seperti ini, gue lakukan secara sadar, mengikat komitmen dengan orang yang akan nemenin dan gue temenin seumur hidup atas dasar cinta, dan kasih sayang. Beruntung juga kami ada di keluarga yang selalu mendukung setiap keputusan yang kami buat, yang juga ngga lupa untuk ngingetin setiap prosesi yang harus tetap dijalanin bulan Desember nanti karna banyak telinga yang harus dipuaskan dengan konsep dan perayaan Pernikahan yang berjalan sesuai norma-norma yang ada, di sini :D

Status panggilan dari Pacar jadi Istri bikin gue awal-awal suka ngakak sendiri, apaan sih gue masih mau main barbie, Bagus!!! Kamu, masak sendiri, makan sendiri, tidur sendiri, dan mandi sendiri ya.













26 September 2017

20121103

Rahadyan Herbisworo


"Non. udah tau siapa saya?", ini kata-kata pertama yang diucapin sama orang di depan gue. Gue yang sempet ngintip sedikit mengangguk dengan mata tertutup, tangan gue menggenggam tangan dia, meraba kekasaran telapaknya, lelaki ini sepertinya pekerja keras. Mungkin supir kereta antar negara.

Dan berhubung kami seusia, kata-kata "saya" dia ganti jadi "gua", lelaki ini adalah Abang Dyan, pasangan gue selama karantina di Jakarta Barat. Dari awal masuk sampai udah malam final, hubungan gue dan Dyan diwarnai percanggungan dari diem-dieman, ngomongin orang, menyimpulkan banyak hal, sampai berantem-berantem kecil dimana setiap hari mood kita berdua ngga ada yang bisa nebak. Apakah kelinci ataukah gorila.

Taurus yang satu ini emang jelas ngga pernah click sama gue. Saat kami berdua dipasangkan, saat itu juga kami saling berusaha mendekatkan. Abang Dyan berusaha melayani gue selayaknya seorang Abang ke Nonenya. Menanyakan keberadaan gue setiap pagi, membawakan box make-up dan perintilan None saat gue datang, memperhatikan penampilan gue, ambilin makan-minum tiap jam istirahat, nganterin gue sampe mobil dan say "bye bye, jangan kenapa-kenapa di jalan." (karna gue yg bakal repot tanggung jawab men!) sesederhana itu chemistry kita buat jadi pasangan dengan nomer 19-20.

Sampai suatu hari, kami berdua dihadapkan dengan keheningan dalam ruangan. Gue ngegebuk dia pake selop untuk mencairkan suasana *None barbar*. Menanyakan perihal pasangan masing-masing, Dyan cerita, pacarnya yang sekarang adalah pacar pertamanya. Cantik, yang jelas dia seneng banget karna pacarnya pengertian udah mau percaya saat dia harus di karantina. Gue yang ngedengerin ikut seneng, berhubung gue pun memiliki pacar yang juga pengertian dan mendukung gue untuk ikut karantina ini, maka kita mulai membangun komitmen bahwa harus menjaga perasaan pasangan masing-masing selama karantina ini. Dyan mulai mengawasi gerak-gerik gue dan selalu iseng buat ngomong, "Non, punya pacar Non." kalo muka gue udah terperangah sama kegantengan Abang-Abang senior yang dateng selama karantina. Begitupun gue, yang suka nakut-nakutin dia kalo dia mulai komen "Nonenya cantik." dengan kata-kata, "Bang lu mau lu diputusin cewe lu.". Dyan langsung geleng-geleng keras, "Gue di sini homo, Non. Ngga doyan None."

Meskipun Dyan adalah teman gossip yang baik dan pengkomen yang sinis, Dyan tidak serta-merta menceritakan semuanya sebelum gue yang nanya. Sampai ketika dia harus ngajuin ijin untuk tidak ikut karantina besok, menurut alasan yang diajukan ke senior, dia harus ngerjain proyek di kampusnya. Saat nganterin gue ke mobil, gue sempet nanya alasan dia sebenernya kenapa ambil ijin.

"Gue mau jalan Non sama cewe gue. Kangen."

Rasanya terharu banget, gue langsung menepuk pundaknya. "Tenang Bang, besok gue yang ambil alih semuanya di karantina!" jelas gue bahagia dengan cara komunikasi kita, ngga perlu akrab tapi tau satu sama lain, gue ngerasa Dyan tepat memposisikan diri sebagai pasangan gue selama karantina.

Saat foto angkatan Jakarta Barat 2012 kemaren, gue langsung memeluk Dyan kangen begitu dia memanggil nama gue. Rasanya rindu juga sama masa-masa karantina bareng dia yang boring karna emang ngga bisa balik lagi dan chemistry kita yang masih sebatas itu-itu aja. Dyan masih sama cewenya, sementara gue udah ngga sama siapa-siapa. Dyan menepuk bahu gue menguatkan, seperti berkata, suatu hari akan ada cowo yang benar-benar buat gue sekalipun ia harus sibuk dengan tugasnya, dan rela ngaku homo untuk sekedar jaga kesetiaannya.


20120121

SHS

Suatu hari di sebuah sore yang mendung.
Di depan komputer milik salah satu teman terbaik semasa SMA, gue nangis tanpa suara. Jari gue berontak di atas keyboard dengan tidak manusiawi. Seperti memaksa airmata keluar, tapi tidak juga keluar.

Pemilik komputer duduk di samping gue dengan tatapan khawatir. Beberapa menit kemudian, setelah tulisan makian selesai. Gue baru nangis meraung-raung. Pemilik komputer membaca tulisan gue.. Mengerti akan kekecewaan yang menghancurkan masa-masa indah selama tiga tahun sebelumnya. Mengerti bagaimana rasanya diasingkan demi sebuah rahasia yang disimpan sahabat-sahabatnya sendiri. Yang tidak perlu disebut siapa namanya.

Hancur.

Dengan seragam abu-abu penuh peluh dan isakan. Seorang Eddy tepat berada di sana sebagai sahabat dan tempat sampah airmata dari seseorang yang kemudian membenci masa-masa SMAnya untuk seumur hidup.

Setelah itu dia selalu jadi orang yang selalu maksa gue buat ikut ngumpul, selalu nuntun gue buat bersikap biasa aja, tetep ceria, ngga boleh nangis lagi, sampai terakhir gue punya masalah sama salah satu sahabat SMA gue, dia yang pertama kali gue kirimin sms, bahwa kenangan SMA gue benar-benar berakhir di hari itu. Dia ngga bales. Keesokan harinya, dia ngabarin kalo dia ada di depan rumah gue, gue cuma bisa ngintip dari jendela, ngebiarin dia nungguin dan ngira gue ngga ada di rumah. Dia pun pergi dengan  kekesalan. Gue berpikir, ketika kenangan SMA gue berakhir, kita pun ngga bisa sahabatan lagi kaya dulu, Dy.


Lo mau buktiin kalo gue salah, Dy.
Ngga ada yang bisa berubah dari seorang sahabat. Sampe kita mati.
Maafin gue.


Mengenang Arief Eddy Budi Arandiko,
Sahabat yang meninggal di perjalanan pulang setelah bersuka cita di puncak Semeru.
1 Januari 2012.

20110728

befriended Ex

Hellowaaah :)

Kalo lagi iseng lo semua ngapain sih?

Main BB? Main judi?

Keisengan yang mau gue pamerin ini mungkin cukup normal di mata kalian yang kenal deket sama gue, tapi mungkin tetap akan mengundang komen, "Adoh Mel, lo ngapain lagi siiiih?"

Dipicu dari omongan seorang teman yang bilang kalo gue ini kaya ngga punya masa lalu, hidup gue enteng-enteng aja, tanpa beban. Bebas ketawa, bebas dari masalah, membuat gue me-rewind beberapa masa lalu yang kalo ditengok, masih bikin sedih. Ya, salah satunya tentang mantan.

Mungkin beberapa dari postingan di Blog ini menceritakan beberapa mantan gue dalam versi kesedihan, kesenangan, kemuakan berbeda. Dan salah satunya, yang akan gue kenalin di sini, adalah mantan yang kira-kira bareng sekitar 3 tahun yang lalu di bulan Juni.

Namanya Mbe, panggilannya Anu. Lengkapnya Anugrah Pradana.

Kenapa tiba-tiba dia? Karena keisengan gue kali ini nyerempet ke dia. Atas masukan room-mate dari Neraka, gue membuat ulasan cerita masa lalu gue sama lelaki ini, membuatnya unik, dan ngirim ceritanya ke sebuah majalah remaja yang cukup banyak dibaca orang-orang labil kaya gue.

Mbe ngga salah apa-apa. Ini murni keisengan gue. Iseng-iseng nambahin tugas kuliah Mbe yang segunung, iseng-iseng mau masuk majalah, iseng-iseng kecolongan curhat. So, cerita apa sih yang gue kirim? Bukan lagi makian penuh se-buku gambar, bukan lagi cerita menye-menye sinetron, tapi tentang Persahabatan kasat mata kita.

Yaaa, memang, Mbe cukup bajingan untuk jadi mantan gue. Mbe udah keterlaluan membuat urat sabar gue renggang-kendor selama masa pacaran. Pasca putus pun kita ngga jalan sebagai dua orang yang pernah saling sayang, kita sempet musuhan dan gue milih buat remove dia dari kehadiran nyata dan maya. Tapi, apa yang unik? Karna dari berantem-berantem itu, kita jadi tau, kalo kita ternyata cocoknya jadi temen dan justru lebih seru. Dan jarang-jarang ada hubungan mantanan yang tetep jaga komunikasi baik meskipun isinya cuma berantem.. (nah lo bingung kan?)

Dan cerita singkat yang kalo sekarang dibaca-baca lagi malah jadi basi ini diangkat jadi cerita bulanan majalah yang gue kirimin. Panik. Tentu. Gue menghubungi Mbe yang ngga tau apa-apa dari keisengan gue ini, dan... diluar dugaan, Mbe menyetujui pengadaan pemotretan buat artikel itu, tetap dengan nada sok jual mahal berharap pose nunggingnya nanti dibayar mahal.




Untuk cerita lengkapnya, bisa dibaca di Gogirl! edisi Juni 2011, BOTM :)

20100602

Fee Love Sophia ♥

Tanggal, 31 Mei kemaren, angkatan gue kembali berangkat ke Bogor untuk menyelesaikan misi yang sempet ketunda 2 hari dari hari seharusnya..

Untuk sekedar penambahan informasi, gue kuliah di Jurusan Filsafat, di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, dan sepanjang bulan Mei kemaren, tiap weekend, angkatan gue di Filsafat ngadain Bakti Sosial ke Sekolah Luar Biasa di Bogor.

Dan tanggal 31 Mei kemaren adalah penutupan kita buat ngadain Baksos itu kesana.

Berangkat pagi-pagi jam 7 ngumpul di Stasiun UI jelas hanya wacana. Hahaha.. Percaya ngga percaya kita baru menginjakan kaki di Kereta Ekonomi tujuan Bogor sekitar jam 9 kurang, sampai Bogor sekitar jam stgh 10 dan sampai di Sekolah Luar Biasa tertuju udah jam 11. What the ngaret.



Ternyata kedatangan kita benar-benar disambut sama mereka, anak-anak Luar Biasa. Pas ngelewatin gerbang masuk, tiba-tiba Tennie, sang ketua Baksos langsung dipanggil-panggil dan tangannya digandeng-gandeng buat masuk. Ternyata lagi ada acara nari-nari gitu di dalem. Pas masuk sih gue planga-plongo aja nontonin bocah-bocah lincah itu menari-nari Cinta Laura yang lebih mirip tarian persembahan buat pembakaran mayat, ehehe.. tapi beneran loh, bukannya mau ngeledek ya, ini serius, gue ketawa disana karena ya emang kocak. Gue nganggep mereka emang beneran lagi ngelucu makanya wajar-wajar aja kalo gue ketawain. Lagian temen-temen gue semuanya juga ketawa kok, dan ngga ada yang gue pikir ngeluarin ketawa ngeledek.


Selesai mereka menari-nari, tanpa diminta mereka langsung menghampiri kita. Langsung gandengan, langsung rangkul-rangkulan. Gue juga agak bingung sebenernya apa tujuan kita hari itu, sampai Lulu, salah satu temen gue yang tercamen, yang bakalan bikin lo milih lebih baik ninggalin dia daripada temenan sama dia (ahahaha engga Lu, becanda Imeeel!) menjelaskan kalo kita di sini sampe ajal menjemput. Oh iya iya, untung gue tau dia camen jadi gue tanya yang lebih waras dikit, dan ternyata kita stay disini nungguin rombongan yang bawa peralatan Musik untuk disumbangin buat sekolah ini.


Jadilah sepanjang menunggu itu, kita semua melakukan hal-hal absurd.

Masing-masing dengan dunia masing-masing.

Seperti ketika kita lagi mau foto-foto, tiba-tiba ada satu anak yang nangis karna tempat bekelnya ilang. Kasian banget deh, sampe akhirnya kita bantuin cariin ke kelasnya dan ketemu gurunya di kelas itu. Gurunya malah marahin si anak yang lagi terfokus dengan satu hal, menemukan tempat bekelnya.

Guru : ih kamu mah ngerepotin kakak-kakaknya. iya nanti dicariin, kamu lagian naro dimana sih. ih.
Respon guru itu bikin gue mikir, apa menjadi Guru anak-anak Luar Biasa ini butuh kesabaran yang Luar Biasa? Apa ini yang selalu terjadi setiap hari, menghadapi anak-anak dengan kemauan besar yang kadang bikin keteteran?


Ada lagi cerita tentang murid bernama Denis.
Menurut guru-guru yang biasa menangani dia, Denis ini termasuk anak yang membahayakan. Karna beberapa kali dia tidak segan-segan menyerang teman-temannya, sampai teman-temannya luka-luka.

Waktu gue dateng kesana untuk pertama kalinya, Denis memang terlihat sedang diawasi oleh satu guru muda yang sedang magang di sana. Denis dengan asiknya menendang-nendang bola, terlihat sama dengan anak lainnya.

Minggu selanjutnya, kebetulan gue ngga ikut, gue denger cerita kalo Denis sempet ngamuk dan kaki temen gue, si Rahmen, dipeluk sama dia sambil teriak-teriak.

Kemaren untungnya dia cuma sekedar stress karna banyak orang, belum sempet ngamuk, karna keburu dijemput, padahal banyak cewe-cewe yang udah ngumpet2 takut diserang Denis lagi.





Sebagai anak yang (alhamdulillah) terlahir normal, ngerasa miris banget ngeliat hal-hal yang kaya gitu, apalagi gue baru kali itu masuk ke dunia yang Luar Biasa. Tapi untung gue tipe orang Sanguin yang ngga langsung nangis kejer, ngga kaya Lulu, dia mah apa juga nangis.. (ahahaha becanda Lu, Imel becanda!)






Di sebelah ini foto Nunu lagi nyium kakak Adul, lucu banget ya? Kocak banget sebenernya kejadian sebelum ini, jadi anak-anak Luar Biasa di sana, hasrat biologisnya tetep normal. Jadi mungkin si Nunu ini lagi puber-pubernya dan kebetulan lagi naksir sama kakak Adul, hehehe..

Nunu tiba-tiba nyamperin Adul, trus nunjuk-nunjuk belakang Adul kaya ngeliat sesuatu. Pas Adul nengok, eits! Kena deh tuh pipinya sama Nunu. Adegan kiss begini sempet diminta temen-temen gue yang iseng buat diulang. Dan jepret! Asyiiik!



Di sebelah gue ini namanya Siska, dia anak yang paling komunikatif dalam menyampaikan rasa sayangnya buat orang di sekitar dia. Dia sering banget bilang sama gue, sama Tennie dan beberapa kakak-kakak lainnya,

Siska sayang banget sama kakak.. sama temen-temen semuanya



dan mau ngga mau kita terharu sama ucapan-ucapan dia yang begitu polos.


Sepintas beberapa anak di sini terlihat seperti anak-anak normal lainnya. Hanya saja jika kita lebih mendekati mereka, barulah terlihat, anak-anak ini berbeda, anak-anak Luar Biasa.. (T_T)



Bener-bener ngga berasa kalo acara Baksos Filsafat kita udah selesai. Perasaan baru kemaren datengin Ruang Kepseknya buat ijin liat-liat, keliling-keliling, ketemu sama anak-anak lucu yang beda-beda karakter. Sekarang udah harus balik dan tiap weekend ngerem di urusan masing-masing. Tapi, seneng ngga seneng, gue harus jujur kalo gue sebenernya lebih bangga ngeliat temen-temen gue, yang ternyata begitu peduli sama anak-anak Ajaib pemberian Tuhan yang ada di sana, biarpun kelakuan temen-temen gue kadang-kadang diluar nalar dan barbar kaya binatang. Ternyata mereka masih punya kepedulian tingkat tinggi. Bisa mengontrol kapan ngehedon, kapan ngehiden. (lah apa sih?)

Yah, udah weekend ngga ke Bogor lagi, tiap hari juga ngga sama mereka lagi :(

Udah liburan panjang sampe bego nih kampus gueee!

Ooooh, i'll miss you all very fuckin much!




ps. philosophia - feelovesophia.




















20100513

JHS ♥

Percintaan masa SMP.

Ngga semua orang bisa ngalamin. Karna mungkin ada yang baru mulai pacaran dari SMA, baru suka-sukaan pas lulus SMA, atau baru nyadar kalo antara cewe dan cowo itu punya perbedaan biologis pas udah kuliah (yang ini telat banget). Tapi gue, dari SD udah centil bin ganjen gebet sana-sini. Dan Jenjeng! Mulai pacaran dari kelas 5 SD. (semoga yang ini Nyokap ngga baca)

Teman-teman, jangan anggep gue laku karna gue cantik atau beken (bah, bahasanya). Gue SD adalah cewe berambut jarang dan panjang yang dari jauh lebih terlihat botak, dengan gigi berantakan, badan hitam Kamerun dan senang memakai segala hal berwarna hijau terang. Entah pesona (baca : kenora'an) apa yang gue punya sehingga bocah-bocah buta itu jatuh cinta.

Setelah SD masuk ke SMP, dengan style yang statis, ternyata bikin gue tetep laku. Dikalangan seangkatan, ada cowo kebanyakan gadoin Autan yang tiba-tiba mengirim surat lecek dari robekan buku tulis, bertuliskan 'Mellisa, gue suka sama lo' yang akhirnya gue kacangin, dan ngga lama kemudian gue malah menobatkan dirinya sebagai First Love masa SMP. Cihuuuy.

Reaksi penolakan gue saat pertama kali dateng info kalo dia naksir sama gue, bukan karna gue sok cantik, tapi karna saat itu gue pikir cowo ini adalah cowo yang luar biasa memiliki mata minus. Bayangkan gue di masa jahiliyah itu adalah gadis berkawat gigi yang kurus, yang sering terbawa angin di tengah lapangan dan dengan kepercayaan diri tingkat tinggi menaikan kaos kaki sampai selutut bak pemain bola, terkadang dengan warna yang berbeda pula.

(tunggu gue selesai ketawa ya inget-inget kenapa gue miris banget saat itu)


Dan kemudian setelah itu, karna tetangga dia adalah temen satu baris yang tepat duduk didepan gue, pembicaraan sehari-hari ngga akan jauh-jauh dari si Cowo bermata minus akut ini. Awal mulanya mungkin gue emang masih cuek, namanya juga anak SMP, mikirin cowo jadi prioritas urutan 10 setelah mikirin lanjutan film Meteor Garden. Tapi kesininya, gue mulai jadi penasaran, ditambah tiba-tiba dia hilang gitu aja setelah sekian lama ngirim salam dan caper-caper dikit.. Pada akhirnya gue beranikan diri buat perhatiin tingkah laku dia, mukanya yang ternyata lumayan juga, dan kepolosan gue diujungnya untuk bertanya, 'Dimana pertama kali dia ngeliat gue? Siapa nama panjangnya?'

Zzzzz. Sungguh hina, pertanyaan gue ngga dijawab sama temennya atas perintah dia. Karna usut punya usut dia udah punya gebetan lain. Oke. Cewe model betty lapea gimana lagi yang dia incer, dan oke, ternyata cewe normal yang cantik. Oke oke oke. Saat itu bagai disiram minyak tanah dibagian jenggot, gue panik tapi berusaha staycool. Gue ternyata baru menyadari kalo gue udah mulai tertarik sama dia. Saat itu gue masih inget banget, langsung ke rumah temen gue, dengan bibir manyun, nyebut kata-kata absurd, 'isvil..isvil..'

????


Ternyata Isvil adalah SDnya si gebetan baru dia. Jelek banget ya ngigo gue, masa SD yang disebut bukan nama! Percaya ngga percaya, gue baru berasa sukanya suka banget sama orang untuk pertama kali ya sama dia.. Pas tau kalo dia gebet cewe lain dengan serius, gue langsung nangis dipinggir jendela kelas, ngeliatin dia di depan kelas gebetannya sama temen-temennya lagi ketawa-ketawa, kondisi gue udah kaya nenek-nenek ditinggal cucunya maen. Keliatannya kesepiaaan banget. Sedih deh.

Selang beberapa minggu kemudian datang kabar dari seorang teman yang merangkap sebagai mak Comblang, kalau ternyata si Cowo mata minus akut ini masih suka sama gue. Wuah senangnya hatiku turun pantat panasku setiap kuman dee dee dee dee..

Untuk mempercepat durasi, akhirnya gue jadian sama dia, dengan kata-kata lucu.

'lo masih suka ngga sama gue?'
'masih'

Nah percakapan begini tandanya kita masih jadian.

'lo masih suka kan sama gue?'
'sori, udah engga.'

Nah, percakapan begini terakhir gue denger pas dia mutusin gueee.. HAHAHA.. Tapi tenang, tenang. setelah putus kelas satu akhir dan selama hampir satu tahun gue patah hati sedih-sedihan bikin puisi bikin gurindam segala macem, pas naik kelas tiga dan kebetulan kita sekelas, akhirnya kita balikan lagi. Cihuy kan?

Waaah masa pacaran kelas tiga ini lebih seru karna kita sekelas. Sering ikut dia latihan Boy Band eh nge Band maksudnya, hahaha.. Pulang bareng.. Duduk bareng.. Kantin bareng.. Dan, Jeder! Putus lagi aja dong tiba-tiba, dan ngga lama kemudian, dia jadian lagi sama satu perempuan cantik. Gue rasa pelet gue emang datang dan pergi makanya kita putus-nyambung-putus-nyambung terus. Tapi beneran deh pelet gue juga kayanya cuma mempan sama dia aja kalo di sekolah, soalnya gue ngga punya mantan selain dia di sekolahan. Tapi dia punya mantan dua. Sialan ya! (ngga terima gitu sampe sekarang. hahaha)

Saat dia jadian lagi itu bener bikin remuk hati gue bagai dilindes traktor kelindes kereta ketiban pesawat, lengkap, akhirnya gue yang antagonis langsung mengencet cewenya sampe cewenya akhirnya nangis-nangis dan bikin cowonya maju berantem sama gue. Jadinya gue deh yang nangis, hahahahahuhuhu.. Gue patah hatinya berlebihan banget loh saat itu. Amat sangat Labil dan Ekstrim! Masa iya gue jadi sering banget ngurung diri di kamar mandi dan nyoba buat nyakitin diri sendiri?? Trus kalo lagi sedih-sedih najis gitu gue pasti naek ke atas genteng gedung baru sendirian, trus bengong, bikin pesawat-pesawatan, nerbangin, kalo udah bosen pengen turun, malah jadi nangis kejer gara-gara ngga bisa turun. Trus gue juga suka banget disiksa sama sahabat-sahabat gue sendiri karna kebodohan gue itu. Mereka bisa nampar, jepit gue dipintu kamar mandi sampe mentokin kepala gue ke ranjang PMR. Brengsek kan mereka??! *jadi emosi

Tapi pas kita ada perpisahan kelas tiga di Jogja, dia putus sama cewenya dan balik lagi sama gue gara-gara dukungan dari Sahabat-Sahabat gue terkutuk itu. Ck ck, percintaan masa SMP gue ngga kalah lebay deh pokoknya dari percintaan masa SMA lo lo semua. HAHAHA..

Kalo ditanya sekarang, gimana hubungan gue dengan si Cowo nyaris buta akut yang ternobatkan sebagai First Love gue yang sekarang sudah menjelma menjadi Cowo ganteng nan Religius itu yaaaa.. sangat baik sekali. Bahkan bisa dibilang, dia itu mantan gue yang paling punya hubungan baik sampe sekarang. Dia ngga rese kaya mantan-mantan laen (berasa laku gue HAHA) mungkin karna kita pacaran juga pas SMP kali ya, masih bocah-bocah bau kentut begitu, tapi justru gue ngerasa gue banyak dapet pelajaran ya pas pacaran sama dia. Banyak deh, nyehehe..

Segini aja gue cerita tentang Percintaan gue jaman SMP bersama seseorang yang ternyata sudah jauh melangkah melebihi langkah gue! Sial aku terkalahkan! Hahaha

But i'm proud of you, M. Ichsan Kamil, how lucky i'm having an ex boyfriend as my best friend right now.


ayo tebak coba yang mana yang si Cowo rabun ayam semasa SMP? (gonta ganti nama terus ya gue?) eh eh yang lagi ketawa mungkin ngga ya?!
HAHAHA



dedicated for his birthday, 25 Mei 2010 :)





20090814

berlian termahal = ketulusan pertemanan


siera, noi, mina, adel, femi, gue

Enam orang dari nusa kambangan. Yang arah hidupnya belum jelas dengan pola pikir absurd. Mereka orang2 yang ga penting di Binus. Gue agak lupa gimana cara kita ketemu (kurang tiga lagi, Didiy, Rina dan Ikha), seinget gue, perasaan gue ngga enak pas masuk binus, ternyata itu prasangka sebelum gue ketemu mereka, yang akhirnya sukses menyesatkan gue keberbagai AIB. Hahahaha


Di mulai dari Siera,
awal ketemu sama cewe yang bangga banget jadi warga Batak ini gue udah nyium bau-bau keautisan. Udah kecil sendiri, bawel banget, kalo duduk pasti paling depan, nyaut-nyautin dosen terus, baru seminggu kuliah dia udah ribet jualan buku, sampe melakukan hal ngga penting yang menurut dia penting, seperti promosi gelang seharga 2500 saja.

sering kali dia tiba-tiba SMS,
' Yoyoyo.. nonton gue di trans TV!'

gue pikir apaan kali, pas gue pindahin channel ke trans TV, ada agnes monica lagi konser. BAPET, si batak mungil itu berhasil menipu gue. Shit.
Siera kecil yang suka bernyanyi-nyanyi kecil dan mengeluarkan ekspresi luar biasa ini ternyata sudah punya pacar namanya Bram, yang sering bikin Siera jadi liar pas berantem, menaik turunkan moodnya, sampe sering bikin bengong dia juga. hahahaha lagian sih. SIAPA SURUH PACARAN SAMA DUPLICATE ARI LASSO. Gue pikir pacarnya ini seorang yang berwibawa, tapi ternyata ngga kalah CACAT MENTALnya sama Siera. Orang gila yang saling cinta.



Oke, kedua. Noii. (semua di harap menarik nafas dalam-dalam)
Makhluk yang gendernya masih di ragukan ini bener-bener yang sukses bikin gue mencret tiga hari tiga malem nangung malu. Menjabat sebagai Ketua Pelaksana Permalukan Lesbi 39c, bikin dia bersikap semena-mena melecehkan nama baik anggotanya.

Seperti misalnya, salah satu hal tolol dia dari sejuta hal tolol lainnya.

Berada dalam lift yang sama dengan dia adalah sebuah mimpi buruk yang bisa lo tebak endingnya. Ketika lo merasa butuh ketenangan di dalam lift, dia tidak akan mengijinkan. Dengan mesra dia akan menggandeng tangan lo di depan orang-orang asing di dalam Lift, membuat mereka yang melihat akan berfikir, ada dua orang dengan perilaku seks menyimpang di depan mereka yang sedang bermesraan atau bertengkar.

'Mell. Kamu kenapa sih? Iya aku tau kamu marah, aku minta maaf, sayang. Kamu kenapa sih? Jangan gitu dong..' sambil narik-narik tangan gue dan ngelus pipi gue mesra.
Rasanya gue harus berharap supaya sangkar lift yang gue naikin ini jatoh, dan semua yang ada di dalem kepalanya kebentur trus hilang ingatan. Dengan begitu, semua makhluk yang lagi sial di sana (gue sial menjadi korban, mereka sial menjadi saksi) ngga akan inget tentang Hal sial yang barusan terjadi.

Atau..

Dengan lantang dia akan menggerutu bertujuan menjelaskan kepada orang-orang untuk memfitnah gue,

'Padahal gue udah bilang berapa kali sama lo sampe capek! Jangan ngelakuin lagi! Sekarang siapa yang repot kalo lo hamil? HAH?? Lo hamil, sekarang mau aborsi lagi, aborsi lagi!'

Terkadang hal tersebut ia kumandangkan di dalam Lift atau ketika berjalan di depan Basement yang suasananya amat ramai. Mengundang beberapa tengokan ke arah gue. Oh gue udah ngga punya muka untuk berada di sini.. Toloooong..
Dan masih ada sejuta cara dia untuk membuat gue putus asa menjalani hidup.


Ketiga, Yasmien yang sering gue panggil Yamina.
Kata-kata pertama gue buat dia adalah, Arab yang
ngga lama lagi akan di deportasi dari Indonesia karena berbagai peraturan yang dengan mudah ia langgar. Punya motor bagus ngga ada STNK, ngga punya SIM, udah gitu ngga pernah pake Helm, ngajaknya ngga tanggung-tanggung ke permata hijau. Kalau ketilang dia akan pura-pura menjadi ARAB TULEN yang berbicara dengan bahasa Al-qur'an, membuat polisi-polisi menjadi menangis tersedu-sedu mengingat semua dosa mereka.

Nyebrang jalan ngga pake tengak-tengok. Prinsip menyebrang dia adalah, mengalah dong mobil motor. gue kan bukan warga negara Indonesia, kalo gue ketabrak, satu negara Arab bisa turun tangan ngacak-ngacak ni jalan.. Ngga ding, itu gue yang kasih dia prinsip, biar dia cepet-cepet balik ke negara asalnya!

Yamina juga miss ring ring, dengan ringtone lagu ARAB. Ahahaha.. ngga abis pikir gue. Turunan Arab yang freak dengan negaranya sendiri. Untung dia ngga bawa-bawa Arabian Oil kalo di
kampus.
Keempat Adel dedel Perkedel yang sering kali pura-pura ngga denger ketika gue nyuruh dia ganti nama asli di facebook. Padahal namanya ngga jelek-jelek amat. Dervina Sutimen Paijo.
Awal ketemu orang Padang barbar satu ini di kelas POM pas baru-baru masuk. Dia yang teriak-teriak nunjuk-nunjuk gue buat ngeDANCE di depan kelas. Baru kenal udah lancang! Hahaha

Hal-hal yang bakal gue inget selalu tentang dia berkaitan dengan pementasan Inagurasi Theater di JCC. Dia menjadi saksi bisu kegelapan malam dengan tidur di sebelah gue kemudian membiarkan gue terjebak semalaman dalam dekapan laki-laki lain. Pagi-paginya dia cuma bisa ketawa-tiwi sambil cerita ke gue. SIALAN!

Adel si RATU NEBENG. Ngga nginep ngga pulang, dia akan sangat kreatif mencari tebengan. Kita biasa melewati malam berdua di kamar kosan gue. Menemani gue nonton Moy-moy Palaboy dan Sabda sambil bolak-balik pesen roti bakar. Menemani gue bermain-main ke Kosan didiy dan makan Rebush-rebush. Ngga ada Adel, hidup perKosan gue akan terasa kurang garam. Karna dengan sabar dia selalu mendukung gue buat
masuk negri. Dia yang mau ikut diskusi soal matdas meskipun akhirnya cuma bikin gue tambah pusing. Dia juga yang selalu ada kalo gue butuh curhat tentang cowo. Entah mantan, entah gebetan. Adel begitu Up to Date dan gaul soal gue. Maka, beruntunglah dia..


Selanjutnya, Femi. Muntiara. Sari. Cewe yang amat sombong, dia mengabaikan nama aslinya di akte karena malu. Padahal nama itu adalah pemberian. Seharusnya namanya Femi Muntiara Sari, tapi di ganti jadi Femi Mutiara Sari. Biarpun cuma beda satu huruf, tapi menurut gue amat fatal. Hahahaha dan gue bahagia setiap guru absen kemudian mempertanyakan nama asli dia. Gue bisa ketawa ngakak. Hahaha si Mumun.


Tapi dia bener-bener setia banget mendampingi gue. Bayangin aja, pas kelas satu SMA, di hari pertama gue sekolah, dia langsung menyapa gue dengan senyum SKSDnya. Membuat gue shock. Kenapa udah ada orang yang tau nama gue?

Terus, walaupun ngga gitu kenal, dia udah berani minta saran gue soal cowo. Akhirnya gue berhasil hasut dia buat nerima seorang PANGERAN SEKOLAH. hahahaha.. Hanya Femi dan beberapa orang sial yang mengetahui kebodohan ini--Nyaris membuat Femi bunuh diri karna menyesal telah menutup matanya untuk seseorang di luar sana yang hampir sukses. Hahaha..

Penderitaan Femi
ngga sampe di sana. Beberapa saat kemudian dia di nobatkan untuk duduk sebangku nemenin gue. Dia terlihat begitu Hidup ketika duduk deket gue. Sampe-sampe berulang kali dia di Blacklist guru dengan berbagai hal. Ketauan makan, ketauan lirik-lirik buku pas ujian, ketauan ngga berbakat dalam berbagai pelajaran, ketauan ikut bersekongkol menganiaya adik kelas, ikut masuk ke ruangan Kesiswaan, sampe ketauan berbuat yang engga2 di kamar mandi sama gue. Hahahaha.. Malang nasibnya Femi.

Tapi dia tetap setia mendampingi gue. Dia kuliahpun maunya bareng-bareng gue. Sekelas dan sebangku selama tiga tahun emang luar biasa! Apalagi untuk orang seperti dia yang sangat eksis tapi kaya ngga punya temen lain selain gue. Hehehehe gue sangat mengagumi kesetiaan dia. Dan sekarang, amat sangat kehilangan dia..




Kita semua satu kelamin. Cewe. Dan itu membuat orang-orang mencium bau ganjil kalo deket-deket kita. Apakah kami semua ini normal? Atau cerita-cerita patah hati tentang cowo hanya sebuah kamuflase untuk menutupi jati diri?

Kita ngga segan-segan menyentuh bagian sensitif tubuh di depan orang banyak. Sekedar gandeng tangan mesra di depan orang jalan kaki sambil nyenderin kepala ke bahu. Sampe mendesah kencang di dalam kamar dengan sengaja biar orang di luar berfantasi tentang apa yang lagi kita lakuin rame-rame (dan cuma gue yang akan nanggung malunya. Shit.).

Tapi yang jelas, itu semua bakalan bikin gue kangen... Ngeliat mereka bercanda kasar, teriak-teriak untuk mempermalukan temennya sendiri, kompak isengin satu orang yang lagi sial, bikin deg-degan di sangkar lift sampe buka-buka yang engga-engga di Binus Kompi yang nempel di tembok. Kita semua menikmati hari-hari kuliah bukan sebagai orang-orang yang sadar sama umur atau strata MAHASISWA. Kita lebih milih bertemen apa adanya (apa adanya bajay cuma satu dengan empat orang, apa adanya taksi satu dengan enam orang, apa adanya motor satu untuk tiga orang) dan begini adanya. Belum sadar kalo udah lulus SMA, hahahaha..

Ngga akan kebayangan hari-hari gue yang baru di sini tanpa mereka, bakalan sedih banget ngejalanin semuanya sendirian lagi. Cari temen baru lagi. Cari yang baik lagi. Yang asik lagi. Yang bisa ngerti lagi.

Mereka di sana lagi ngapain? Pasti lagi lari-larian di lantai 8 abis buka Kaskus Disturbing Pict di Binus Kompi. Lagi di hukum di depan kelas karna telat masuk. Lagi sibuk SMSan buat nitip absen. Lagi presentasi dadakan dan kurang bahan. Lagi curhat bisik-bisik dengan pandangan tetep ke dosen. Atau di tegor dosen karna ngomongin kondom handphone..

Siera dengan gelangnya yang seabrek kayak dukun. Noi dengan motor dan Helmnya. Yamina dengan behel lebay, softlense beda warna dan esia noraknya. Adel dengan barang-barang brandit dan hape baru gaulnya. Femi dengan wajah stress abis naek angkot tiga kali dan ketawanya yang bikin kaget. Didiy yang KOREAN HOLIC yang sekarang jauh di sana, tapi tetep deket di hati gue. Rina yang bentar lagi bakalan jadi Ibu. Ikha dengan wajah baik-baiknya tapi suka nyatut duit ortu juga. Panji yang SUKABUMI abis dan A mild wannabe. Dan semuanya yang ngga bisa gue sebut satu-satu.

Terlalu banyak orang yang bisa bikin gue bahagia di sana.

Dan terlalu panjang buat gue ceritain bagaimana mereka bisa bikin gue ngerasa lengkap.

Gue sayang mereka semua. Sayang banget.

Gue mau bilang..

Makasih semuanya.
Kalian semua bikin gue semangat.
Kalian ngebuktiin kalau ada sesuatu hal yang lebih penting dari yang namanya cowo.
Makasih udah bikin gue ngga mikir buat bunuh diri pas punya cowo brengsek.
Makasih, karna selalu ada di saat gue sedih, capek.
Udah bikin gue ketawa di saat seharusnya gue nangis.
Bikin gue ngga nyesel udah mutusin orang yang gue sayang tapi ngga pantes buat gue.
Udah gangguin gue terus buat sama cowo laen.
Ngajak gue main terus pas gue lagi getol-getolnya belajar buat SMUP.
Ngedoain massal supaya gue ngga keterima.
Bantuin gue persiapin UTS/UAS yang terbengkalai.
Nyemangatin gue pas gue down.
Dan tetep sayang sama gue, walaupun gue ngga akan bisa lagi sedeket dulu ketika kita masih di binus..


Tapi,

Gue akan berdoa terus buat kalian.
Kita akan ketemu di masa yang akan datang, dengan gelar di tangan. Kerjaan di sandang dengan map tebel berisikan puluhan Piagam Beasiswa..

Amiin.

Ya Allah, dengar doaku.


20090716

Mamamia Bandung, Mamamia Mayao.


ini gue dengan Maya birdday's cake, enak sumpah.
malvin, tolong gue pesen satu, hahaha



wah, udah lama gw ga posting. wohohoho.. berasa di tungguin postingan gw.

kayak judul yang udah gue ketik di atas. Bandung. yap! belum lama ini gue sempet mampir ke kota kembang 'bermartabat' 'beragama' etc, buat memenuhi hasrat membahagiakan maya di hari ultahnya. gue berangkat bersama 2 PSK (perempuan sadar kamera, maksudnya, wahaha) dan 3 adam dari neraka (piss, hahaha).

selama perjalanan berangkat, ngga ada yang berkesan.
cuma ribut milih-milih lagu yang asik dan ngga nemu-nemu. teriak-teriak gara2 si supirnya brutal sama ngeluh kepanasan. hahahaha.. tapi seru. biasanya perjalanan ke bandung hanya menghabiskan waktu 3 jam, ini bisa sampe 6 jam, ehm, bahkan lebih. how amateur that it.

well, sampe sana, kita berpencar. supir dan mirza pergi tidur. gue, gembor, lisa dan bagus pergi sholat *alhamdulillah* ke mesjid salman. wah parah deh, gw ngerasa pakaian gue minim banget buat pergi solat. soalnya di sana wanita-wanita ketutup semua.
astagfirullah, maafkan teman saya Ya Allah. kembalikan ia ke jalanMu.

akhirnya kita berlabuh di kontrakan nabu, sumpah itu bukan kontrakan. kandang ONTA! BUERANTAKAN banget! dengan besar hati, gue sempatkan diri membersihkan demi kelangsungan hidup manusia yang ingin menumpang di sana. hahahaha.. setelah itu, kita mulai mempersiapkan apa surprise buat maya. malvin si mister repotnya. dia beberapa kali nyusun skenario dan terus di ulang-ulang. gue sih ngerti dia grogi. hahahaha walau akhirnya gue yang menghancurkan semua rencananya.

AAAARGH. gue kan kebagian jadi setan ya? eh trus si maya, dgn BANGKEnya malah ngajak ribut. sebenernya gue apa dia yang setan. kok gue jadi yang mundur2 pas dia nyamperin gue? hahahaha.. tapi malvin sukses bikin maya terharu-haru. congrats vin!

*btw segini dulu, postingannya. ade gue mendadak ngajak ribut, kayaknya mau gue sekap dulu tuh anak di ruang pembantaian bawah tanah!! see ya!


20090706

Item's bird-day


waaah ngga berasa makhluk yang lahir setahun lebih di bawah gw itu sudah baligh dan menginjak umur 17 tahun. padahal kayanya baru kemaren dia gw jorokin masuk got, gw jorokin lompat dari kasur, gw ceburin ke kolam renang 2 meter dan hal2 tolol yang biasanya gw experimenkan sm dia. hahahaha
sekarang, anjrit. suara udah kaya monster, kalo jalan nyita tempat, sekali dorong gw bisa salto berkali-kali atau kalo dia nendang kaki gw, bisa patah di tempat (sumpah kuat banget, gw pernah di bikin mimisan gara-gara kesikut dia) dan hal mengerikan lainnya.

pagi-pagi gw di bangunin sama dia secara kasar. 'weh ahli neraka, bangun. subuh. saur.'
gw yang lagi asik-asiknya menjelajahi mimpi-mimpi liar terbangun.
mendecak keras ke arah dia. meluk guling terus tidur lagi.
dia kedengeran kesel. kunci pintu kamar gw dia cabut, di matiin lampu kamar gw trus di tutup terakhir dia kunci dari luar.
gw teriak dengan lantang, 'BANGSAT'
sumpah gw takut dengan kegelapan. gw langsung gedor2 kamar gw dan itu sukses bikin dia ketawatiwi di luar kamar.

itulah mengapa gw memilih ngekos. di rumah, ketika gw baru saja terlelap sekitar 2 jam, udah di bangunin buat solat subuh.
kalo di kosan, gw puas tidur, di bangunin sama si mbak buat solat dzuhur. alhamdulillah.

kembali ke cerita, gw akhirnya puasa tanpa saur. solat subuh dengan mata terpejam dan kembali tidur. bangun-bangun udah jam 8. OH MY GOT. babidi. gw baru inget gw ada UAS. langsung GC, mandi kucing (loh? hahaha), pake baju seadannya, telpon mama, tanpa beol dulu dan berangkat.
pulangnya, gw mengendap-endap masuk rumah dengan kado special di tangan buat si item. eh taunya di ada di belakang gw. dan dengan polosnya langsung tanya.
'apaan tuh mba?'
gw langsung menyanyikan happy birthday buat dia, dan ga abis. tiba-tiba gw lupa lirik.
dia sumringah pas gw kasih tuh kado.

gw yang menjadi kakaknya pun terharu.
oh rasanya ingin ku peluk dia, tapi yang ada gue bakal di sikut lagi.

HELM. keren. siapa dulu, pilihan gw.
eeeeeeeh dia dengan entengnya tanya, 'helm bekas ya?'
BABIK. udah beli mahal2 di bilang bekas. sungguh minta di sembelih.

betewei aniwei.
gue baru ini loh bener-bener mempersembahkan kado buat ade gw sendiri. entah mengapa dalam beberapa tahun ini gw merasa menyia-nyiakan dia banget.
gue lupa terakhir kali gw menari poco-poco bersama. nonton MTV Asia bareng2. sampe terakhir kali gw nelpon dia aja lupa.

gw terlalu sibuk sama urusan gw sendiri. sementara, sebagai kakaknya gw harus bawel biar dia tau kalo hidup itu ga bisa sembarangan. karena gw yang cuek itu dia jadi bisa ngelunjak buat ngelawan gw, ngomel-ngomelin gw bahkan memusuhi gw.
sedih deh kalo inget itu semua.
kayanya gw ga bagus banget buat jadi kakak.

kangen suasana kayak gini.
home sweet home. family still everything. a perfect place to be come back and come back forever.

20090705

friends from past? no. they're my everlasting friends.


Hal yang paling menyenangkan menurut gw adalah nostalgia. bertemu orang masa lalu di masa sekarang. inget2 hal lucu dan memalukan. semua nyimpen ceritanya masing-masing.
buat gw, kisah yang paling manis di sejarah gw nafas... kisah masa SMP. entah kenapa. justru SMP yang gw pilih paling manis.

di sini ada gw, rendy, dian (gembor) dan lisa.

yang cewe2 satu sekolah. tapi yang cowo kiwil satu itu lebih sering gw temukan sudah menjadi sampah di tempat les.
seru aja jalan bareng-bareng lagi.
cerita2 masa lalu yang masih pada metal2. ngga peduli penampilan. yang di pentingin cowoooo terus. boro2 mikirin belajar, megang buku aja tau-tau jadi ajang curhat.
seru. sedih. unforgettable.
kisah klasik masa lalu untuk sekarang.

gw berangkat ke sekolah siang-siang, jajan ayam kentucky dulu. sampe sekolah boker2. ikutin pelajaran guru pembunuh. istirahatnya pacaran. pas pulang ngegantung di pintu angkot.
rutinitas tiada membosankan.
gw berangkat pagi-pagi, sampe sekolah lanjutin tidur. lupa bawa buku pelajaran tapi malah bawa buku cerita. istirahat jajan di kantin, ngecengin kakak kelas. pulangnya rapat OSIS sampe sore.
rutinitas macam sampah.
berangkat siang sampe kelas telat di setrap. belajar malah curhat. istirahat ke mesjid buat manipulasi tanda tangan imtaq. pulang langsung ke tempat les trus nonton. hiks.
sedih. mau ngulang.

well. at first I see you cry.. yeah it makes me smile.


kematian jacko bener2 memukul gw. ngga tau kenapa ya. gw ngerasa ganjil.
malem sebelum dia pergi, gw ga bisa tidur. (hahaha bukan ga bisa, emang mau begadang)
tau2 tangan gw ngetik nama dia di 4shared. nyariin lagu dia yg judulnya BEN. gw suka banget. setelah gw download langsung gw puter sampe pagi (dan nyaris bikin laptop gw berasep) ga berenti2.
tau2..
paginya, gw liat di sebuah status dokter. jacko meninggal.
hahahahahaha..
gw sempet ketawa garing. gila. shock. diem dulu gw sebentar. langsung buka okezone.
bener. jacko udah ngga ada.
hiks..
jacko. yg dari kecil gw sebut MIKE.. the king of pop in the world. mungkin bukan cuma gw aja yang shock. seluruh dunia. kecuali mereka yang cuma bisa ngejar gosip ttg aib.
sedih bukan main.
dari kecil hobby gw adalah setel semua laser disc konser Mike punya nyokap.
nyanyi2 di depan tivi. beberapa kali nekat ngikutin gerakan joget dia yang asik berat. lagu-lagu yang paling berbakat gw hancurkan saat itu adalah LIBERIAN GIRL, BLACK OR WHITE, EARTH SONG, BAD, THRILLER (walaupun tiap nyanyi itu, tivi gw matiin karna ga berani liat video clipnya). many more.
banyak banget. gw sampe latihan cenggukan biar mirip improve dia. hahahahaha
oh mike. mike mike mike!
yang paling bisa gw nyanyiin, cuma lagu BEN. dan itu ternyata buat tikus dia.
YA ALLAH mike. tikus aja lo bikinin lagu.
gimana ngga bikin gw terkagum2. haaaaah trio kwek2 sejenisnya dulu lewat buat gw.
gw lbh suka dendangin lagu-lagu mike di kelas, membuat teman2 gw bertanya2. 'lagu planet mana yg dia nyanyiin?' karna aksen gw yg datar.
hahahahaha..
alhamdulillah mike masuk islam. gw seneng bangeeeet.
dan ga lama setelah itu. dia menghebuskan nafasnya yg terakhir. belum sampai satu tahun dia memeluk agama kebenaran. dia sudah di ambil. misteri. mendadak.
semoga dia kembali fitrah. lupakan semua keburukannya. dia sudah mengubah dunia musik. bersedihlah.. untuk kehilangan satu raja terbaik.